Begitu masuk kembali ke lobi rumah sakit, Ed mendesah melihat Raja tidak lagi duduk di sofa. Anak itu berbaring. Jangan-jangan Raja tidur, batin Ed seraya mempercepat ayunan kakinya. Pria itu sempat mengalihkan perhatian pada sosok pria lokal yang tampak terburu-buru. pria itu berjalan dengan langkah cepat. Sepertinya ada anggota keluarganya yang sedang sakit. Ed membantin. Pria itu mengangkat kembali kantong plastik berisi roti di tangannya. Ed membelokkan ayunan kaki. Geleng kepala saat melihat benar keponakannya tertidur. Sultan berhenti berjalan di depan dua buah lift yang sama-sama masih tertutup. Lift sebelah kanan tampak sedang bergerak turun. Sultan kemudian menekan tombol buka pada lift sebelah kiri. Tak berapa lama pintu kotak besi di depannya terbuka. Suara lift berhenti te

