Bab 148.-2

718 Kata

Namun sayang, sampai ia keluar dari lobi rumah sakit, ia tidak menemukan keberadaan pria asing tersebut. Akhirnya Sultan melupakan keinginannya untuk melihat anak kecil yang dikatakan mirip dengannya. Tidak mungkin juga kan, itu anaknya? Sultan geleng kepala sambil terkekeh pelan. Aneh-aneh saja adiknya itu. Pria itu melanjutkan ayunan kakinya sambil mengedarkan pandangan. Begitu melihat sopirnya sedang duduk di bawah pohon rindang sambil merokok, Sultan membelokkan langkahnya untuk menghampiri pria tersebut. Pak Dar yang sedang asik mengepulkan asap rokok dari mulut yang dibulatkan itu segera beranjak berdiri, begitu melihat sang majikan berjalan ke arahnya. Menjatuhkan puntung rokok, kemudian menginjak hingga tidak ada bara api tersisa. Pria itu menghabiskan sisa asap yang sebagian mas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN