Sumi menoleh saat melewati Sultan. Menatap bingung pria tersebut. Kepalanya sudah penuh dengan banyak pertanyaan, namun tak ada satu pun yang keluar dari mulutnya. Wanita yang sudah tidak muda lagi itu mengalihkan pandangan mata. Kakinya bergerak lebih cepat saat merasakan tarikan tangan sang putri. “Kansa,” panggil Sumi. “Bu, kita lihat pakde dulu ya, di dalam. Sekarang pakde sama Niken dan Adam. Ibu ingat mereka, kan?" “Nak Niken dan nak Adam? Teman-temanmu kuliah dulu?” tanya balik Sumi. “Benar, Bu. Mereka ada di ruang rawat pakde sekarang.” Kansa menganggukkan kepala pada dua petugas lapas yang duduk di depan ruang rawat pakdenya. Sengaja di depan ruang rawat tersebut disediakan kursi oleh pihak rumah sakit, karena pasien yang berada di ruang rawat itu bukan warga biasa. Dia warga

