“Kalian. Apa sebenarnya mau kalian, hah?” Ed mulai terpancing emosi. Pria itu memutar kepala, melihat seorang pria yang semula berdiri di belakangnya, kini berjalan memutar lalu berhenti di sebelahnya. “Ponsel anda, Tuan," pinta pria itu. “Tidak.” Ed menolak. Pria yang berdiri di samping Ed menoleh ke arah pria yang masih duduk di sofa panjang. Melihat perintah dengan gerak kepala, pria tersebut kemudian menarik langkah lalu membungkuk. Memaksa mengambil alat penghubung milik Ed. “Jauhkan tanganmu, Si—” lagi-lagi Ed menahan kata yang sudah hampir lolos dari bibirnya. Dia hampir saja mengumpat di depan Raja. “Akan kuambil sendiri,” kata Ed dengan nada kesal yang kentara. Pria itu akhirnya mengeluarkan ponsel yang semula ia simpan di saku jaketnya. Ed meletakkan benda tersebut ke atas

