Bab 163.-1

701 Kata

“Aku tahu kamu tidak menginginkan anak dariku, tapi, aku sungguh tidak berharap kamu terlibat dengan penculikan putraku.” Emosi sudah menguasai Kansa. Begitu mendengar dari Sultan jika mobil yang saat ini mereka ikut adalah mobil milik Pramu Atmadja, hanya ada pikiran buruk di dalam kepalanya. “Apa dulu kamu pergi karena berpikir aku tidak akan menerima anakku sendiri?” “Jangan bertanya. Jawab saja pertanyaanku.” Sultan meremas kemudi kuat-kuat. “Tidak. Aku sama sekali tidak tahu.” Sultan menggulir bola mata ke arah spion yang memperlihatkan sosok sang istri. Kansa masih duduk di kursi penumpang belakang. Sepertinya istrinya itu tidak memiliki keinginan untuk berpindah kembali ke kursi depan. Kansa menghembus napas lega. Dia tidak tahu apa yang akan sanggup ia lakukan kalau sampai—Sult

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN