Bab 163.-3

888 Kata

“Roti apa?” “Apa saja. Beli semuanya saja. Bapak juga tadi tidak bilang roti apa. Sudah sana, buruan. Naik motor saja biar cepat. Takutnya jalan macet.” Setelah menyelesaikan kalimatnya tersebut, pria yang tidak lain adalah salah satu petugas keamanan kediaman Pramu Atmadja itu langsung memutar langkah, lalu berlari lebih masuk ke dalam rumah. Sedangkan sang asisten rumah buru-buru berjalan cepat ke arah berlawanan. Menuju arah pintu keluar masuk bagian depan rumah besar tersebut. “Ada apa dengan kakekmu? Roti dan es krim? Sejak kapan kakekmu makan es krim?” Marita berdecak pelan. Apa mungkin papa mertuanya itu mulai masuk ke dalam fase kembali menjadi anak kecil? “Apa mungkin akan ada tamu, Ma?" tanya Mariana yang detik berukutnya mengerutkan sepasang bibirnya. “Tamu? Tamu apa yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN