Bab 165.-2

717 Kata

“Dia akan duduk bersamaku.” Sultan melanjutkan ayunan kaki melewati belakang kakeknya kemudian menarik kursi berseberangan dengan kursi yang diduduki oleh Ed, Dadanya langsung panas, dan dia merasakan amarah menggebu di dalam sana. Seperti apa hubungan Kansa dan pria asing itu?” Setelah mendudukkan Raja di sebelah sang kakek buyut, Sultan menarik kursi tepat berseberangan dengan tempat duduk Kansa. Pria itu menarik langkah ke depan kursi lalu menurunkan pantatnya. “Es krimnya masukkan ke freezer dulu. Raja harus makan dulu baru nanti makan es krim,” ujar Pramu Atmadja memberi perintah pada asisten rumah. “Oh, baik, Pak.” Asisten rumah itu berbalik lalu berjalan menjauh dari meja. “Kamu—” Kening Sultan mengernyit. Sepasang mata pria itu menatap satu-satunya pria yang memiliki rambut be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN