Mariana yang sudah hendak mengambil mobil, saat itu kembali menghampiri sang mama karena melihat ada mobil kakaknya di depan rumah. Siapa sangka dia justru mendengar pembicaraan mamanya yang tersambung melalui ponsel dengan sang suami. Mendengar kalimat-kalimat yang meluncur dari bibir mamanya, Mariana tidak ingin mempercayai. Namun, dia tidak bisa mengabaikan kenyataan tersebut. Sebenci itu mamanya pada istri abangnya. Dan sejahat itu niat mamanya untuk memisahkan mereka. Tidak hanya kecewa. Mariana sangat kecewa pada mamanya. Dia ingin mamanya meminta maaf, namun sang mama langsung menolak. Mariana ingin marah, akan tetapi kesadaran membuat gadis itu akhirnya diam. Biar bagaimanapun, mamanya adalah orang yang sudah mengandung, melahirkan dan membesarkannya. Mariana tidak ingin pergi.

