Bab 170.-2

725 Kata

Kansa mengedip. “Suami saudara anda tak jauh berbeda. Mereka berdua sama.” Kansa menghembus pelan napasnya. “Saya permisi.” Setelah berpamitan, Kansa menggeser langkah, lalu mengayunnya. Kansa berjalan meninggalkan Reka yang masih belum bergerak dari tempatnya berdiri. **** “Pa,” panggil Bagus Atmadja. Ia tahu papanya akan masuk ke perpustakaan. Tempat kesukaan papanya. Sang papa lebih sering menghabiskan waktu di perpustakaan. Membaca buku-buku yang pasti sudah pernah dibaca sebelumnya. Oleh karena itu, dia menunggu di tempat tersebut. Dan tebakannya tidak salah. Papanya sungguh masuk ke dalam perpustakaan di lantai satu kediaman besar Atmadja tersebut. Bagus Atmadja berdiri dari tempatnya duduk—menunggu sang papa. “Apa yang kamu lakukan di sini?” “Pa, tolong dengarkan aku. Bisa kita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN