Bab 172.-2

715 Kata

Pria itu menarik napas dalam sekali lagi. “Kami harap kamu bisa ikhlas memberikan maaf mu. Kami bersalah, dan sekarang kami sudah sadar.” Kansa mengalihkan pandangan dari Bagus Atmadja seraya menghembus napasnya. Sekarang semua orang datang meminta maaf. Setelah apa yang mereka lakukan. Semudah itukah meminta maaf, dan berharap orang yang disakiti akan memberikan maaf? “Kami sadar sudah banyak berbuat salah padamu. Sekarang kami sudah sadar, dan kami janji tidak akan melakukannya lagi. Tolong maafkan kami. Kami akan menerimamu di keluarga kami. Juga Raja. Dia putranya Sultan. Dia cucu kami.” Bagus Atmadja kembali bicara. Pria itu menatap Kansa yang masih mengalihkan pandangan mata darinya. Apa dia akan dipermalukan oleh anak menantunya sendiri? Setelah ia menurunkan ego sebagai orang ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN