Bab 172.-4

899 Kata

Sungguh … dipikir satu juta kali pun, sulit untuk Kansa percayai--ada perempuan seperti itu. Namun, nyatanya memang ada. Perempuan itu ada di depan matanya. Padahal tanpa harus menculik Raja, dia dengan senang hati akan menjauh dari Sultan. Kansa merasakan tarikan dan hembusan napasnya semakin cepat. Kansa menoleh ke samping. Bola matanya bergerak—menatap pria yang duduk sambil memeluk tubuh Raja. Sepasang mata wanita itu mengedip. Melihat kecewa yang tergambar di wajah pria yang masih menatap sang mama. Kansa mengalihkan pandangan mata. Tidak tega melihat wajah kecewa Sultan. Tiba-tiba saja Kansa membayangkan berada di posisi Sultan. Apa yang pria itu rasakan sampai ekspresi wajahnya sekecewa itu? “Saya akan memaafkan, tapi, tidak melupakan. Kecuali Allah yang membuat saya lupa, seumu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN