Bab 181.-3

644 Kata

“Syukurlah, sekarang kita tinggal menunggu adeknya Raja.” “Papa bisa saja. Sabar dulu, mereka baru kembali bersama.” Bagus Atmadja berdecak. “Sebentar lagi pasti Raja punya adek. Putramu itu sudah seperti pertapa yang tidak bertemu perempuan selama setengah dekade. Tidak sabar menunggu di rumah.” “Maksud Papa?” “Mereka sekarang mungkin sudah sampai ronde bercocok tanam, Ma. Astaga. Di kantor mereka sedang bercumbu.” Mulut Marita menganga mendengar apa yang suaminya katakan. **** Dua orang yang sedang dibicarakan oleh Bagus Atmadja itu sekarang masih menyatukan bibir mereka, namun sudah tidak lagi dengan berdiri. Mereka sudah berpindah tempat dan posisi yang lebih nyaman. Benar-benar seperti tidak punya rasa puas dan cukup. Bahkan Sultan mulai menginginkan lebih. Bukan sekedar penya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN