Bab 95.-2

722 Kata

Sultan diam menatap papa Sultan. Tarikan napas dalam pria itu lakukan. Keningnya tak lagi rata saat pria itu sedang berpikir keras. Memikirkan baik buruknya jika dia tetap ngotot pada keinginannya untuk mengakhirinya saat ini juga. Sultan membelah sepasang bibirnya. Hembusan karbondioksida keluar dari celah bibir tersebut. “Dua bulan. Hanya dua bulan waktu yang kalian punya.” Papa Nabila langsung mengangguk. Setidaknya, masih ada cukup waktu. Setidaknya, rasa malunya sedikit berkurang dengan usia pernikahan semu itu lebih dari setengah tahun. “Pa, apa maksudnya ini?" Mama Nabila tampak bingung. Wanita itu menghentak napasnya kesal karena sang suami tidak segera menjawab pertanyaannya. Dimana juga Nabila? Kenapa putrinya itu masih belum kembali setelah semalam izin keluar untuk menenangk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN