Saat itu akal sehat tak lagi berteman dengan sang gadis berhijab. Yang ada hanya perasaan menggebu berbalut nafsu yang mendorongnya untuk membalas ciuman suaminya. Selalu seperti ini. Kansa akan kalah. “Aku tidak bisa berhenti.” Dengan napas memburu, Sultan menatap bibir basah istrinya. d*da pria itu bergerak turun naik dengan cepat. Kansa menelan saliva. Berusaha untuk mengendalikan luapan hasrat yang membuatnya tidak bisa berpikir dengan jernih. Gerak daada gadis itu sama cepat. Iramanya seolah saling bersinergi dengan irama gerak jantung sang suami. “Sudah mandi.” “Nanti mandi lagi.” Hasrat sudah menguasai diri Sultan. Tubuhnya terasa panas. Sesuatu dibawah sana sudah bereaksi. Tidak akan bisa ia tahan lagi. Sultan menatap lebih dalam sepasang manik sang istri. Degup jantungnya se

