Bab 102.-2

709 Kata

Kansa tak lupa membawa pulang dua dus ukuran besar pizza untuk dibagi pada pekerja rumah dan juga Sultan, nanti setelah pria itu pulang. Kansa terkekeh mengingat respon sang ibu saat memakan pizza dengan keju yang berlimpah ruah. “Buat Ibu masih lebih enak singkong goreng keju.” “Kenapa tertawa?” tanya Sumi sambil menoleh. Keduanya berjalan menaiki beberapa undakan hingga tiba di teras. “Kansa.” Sumi menarik sebelah tangan Kansa hingga ayunan kaki Kansa berhenti. Wanita yang sudah tidak lagi muda tersebut mencondongkan tubuh ke arah sang putri lalu berbisik. “Bagaimana kalau besok kita ke dokter. Kamu harus periksakan kandunganmu. Ibu kepikiran terus. Takut kenapa-napa sama bayimu.” Kansa menjawab dengan bisikan juga. “Terlalu beresiko, Bu. Aku takut ada yang tahu.” Kansa menghembus pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN