Bab 105.-3

623 Kata

“Sultan ….” Nabila menahan geraman. Kepalanya langsung panas mendengar Sultan menyebutnya iblis. Jahat sekali Sultan sampai menyamakan dirinya dengan iblis. “Marah? Kamu memang iblis. Bahkan kamu lebih buruk dari iblis itu sendiri.” Nabila meremas telapak tangan yang berada di atas pangkuan. Dia sudah kalah. Tidak ada gunanya melawan Sultan. Lebih baik dia berusaha mengambil simpati Sultan demi kebaikannya. “Aku sudah insyaf. Aku ingin memperbaiki diri. Apa tidak boleh pendosa memperbaiki diri?” Sultan menahan dengkusan. Namun, pria itu tidak mengatakan apapun. Sesaat keduanya diam. Sultan mendesah. “Lalu, apa yang kamu harapkan dariku? Aku tidak ingin terhubung denganmu. Apapun alasannya.” “Kita berteman. Setidaknya kita masih bisa jadi teman. Setidaknya, setelah konferensi pers bula

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN