“Daging, sama brokoli.” Kansa segera memindahkan daging dan juga ca brokoli ke atas piring suaminya. “Tempe, Sayang.” “Oke.” “Kayaknya udangnya juga enak.” Kansa tersenyum lalu mengambil beberapa ekor udang dan meletakkan ke atas nasi. “Nanti Abang harus makan semuanya,” kata Kansa sembari menaruh piring yang sudah terisi ke depan Sultan. Sultan mengangguk sambil tersenyum. “Terima kasih.” Sultan mengerutkan sepasang bibir sebelum dua detik selanjutnya kembali bersuara. “Apa kamu mau buka restoran?” “Hah?” kaget Kansa. “Kalau kamu tidak mau bekerja bersamaku dan lebih memilih membuka restoran—” Sultan menghentikan kalimat hanya untuk menatap satu per satu hidangan di atas meja dengan senyum terkulum. Setelah beberapa saat, Sultan mengembalikan fokus mata pada sang istri. Dua alis

