Bab 107.-3

546 Kata

Sultan juga merasakan kehangatan Kansa saat semalam bercinta dengan istrinya tersebut. Tidak seperti biasanya ketika dia menjadi pihak yang paling aktif untuk memberikan kenikmatan pada pasangannya, selaman terasa berbeda. Sultan mendapati Kansa lebih aktif. Bahkan mereka nyaris seimbang. Bener-bener kemajuan yang membuat hatinya berbunga-bunga. Pria yang sudah siap dengan setelan pakai kerjanya tersebut berjalan menuruni anak tangga dengan ponsel melekat di tangan kiri. “Apa pesanan saya sudah siap?” tanya Sultan pada orang yang sedang tersambung dengannya. “Sudah, Pak. Sudah siap antar kapan saja Bapak mau.” “Bagus. Kalau begitu saya mau mobil itu diantar nanti jam 10. Alamatnya akan saya kirim setelah ini.” “Baik, Pak. Siap. Saya tunggu alamatnya. Selamat pagi, Pak Sultan.” Sultan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN