“Tidak perlu, Sofi. Kamu lanjut kerja saja. Memangnya pekerjaanmu sudah selesai?” tanya Kansa di ujung kalimat. “Sementara sudah selesai, Mbak. Lanjut lagi nanti. Um … biar saya lihat taksinya sudah datang atau belum.” Lalu Sofi berjalan lebih cepat. Mendahului Kansa dan ibunya, kemudian setengah berlari ke pintu depan. Sumi menghembus napas lega sambil mengusap d*da dengan sebelah tangan yang bebas. satu tangannya yang lain masih digenggam oleh putrinya. “Ibu deg-degan,” bisik Sumi pelan. “Rasanya seperti pencuri yang hampir ketahuan.” Kansa menahan ringisan mendengar apa yang ibunya sampaikan. Dia pun sama. Alat pemompa darahnya pun sudah bergerak lebih cepat berkali lipat. Sama seperti ibunya, dia juga merasa seperti seorang pencuri yang masuk ke dalam rumah orang. Ya Allah … seperti

