Bab 109.-2

711 Kata

Dan kalimat yang Sultan ucapkan itu berhasil membuat Kansa menghembus napas lega. Keringat dingin tak lagi keluar membasahi telapak tangannya. “Hmmm … Abang fokus kerja saja dulu.” “Baiklah. Kita ketemu nanti,” sahut Sultan seraya mengulum senyum. 'Nanti, jam sepuluh,’ tambah Sultan dalam hati. “Kalau begitu aku tutup dulu ya, Bang. Aku mau mandi.” Kansa beralasan. “Abang semangat kerja.” Sultan tersenyum lebar. “Sampai jumpa nanti, Sayang. Assalamu’alaikum.” “Wa’alaikum salam.” Kansa buru-buru menurunkan ponsel kemudian menekan tombol bergambar gagang telepon warna merah. Sementara Sultan masih tersenyum dengan ponsel melekat salah satu telinga, meskipun yang kini terdengar oleh telinganya hanya suara sambungan yang sudah terputus. “Sepertinya Pak Sultan sedang bahagia sekali,” komen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN