“Empat puluh lima menit lagi jadwalnya, Bu. Semoga tidak ada delay. Harusnya sebentar lagi kita sudah diperbolehkan masuk ke pesawat, jelas Kansa. Sudah dikatakan dia mencari semua informasi tentang keberangkatan ke luar negeri. “Repot sekali mau naik pesawat. Tidak seperti naik bus atau angkot. Tingga cegat lalu kita naik. Berangkat. Lah ini … banyak sekali aturannya. Mau naik ke dalam pesawat saja harus menunggu lama.” Kansa mendengar kalimat-kalimat yang meluncur dari mulut ibunya, namun Kansa tidak merespon sedikitpun. Pikirannya sedang melayang memikirkan apa yang saat ini sedang Sultan pikirkan. "Kenapa? Kamu mau berubah pikiran?" tanya Sumi melihat wajah murung putrinya. **** “Halo, Adam. Ini saya, Sultan. Suami Kansa.” Adam menahan decakan mendengar dua kata terakhir Sultan.

