Bab 111.-3

997 Kata

Ahmad menelan saliva. Mendapati tatapan tajam suami keponakannya, pria itu mendesah. Bola mata pakde Kansa bergeser. Ahmad memilih menatap sudut ruangan yang sebenarnya sama sekali tidak menarik untuk dipandang. Tidak ada satupun objek di sana. Sultan terus menatap tajam pria yang sudah mengalihkan pandangan mata darinya. Dia yakin, Ahmad tahu kemana Kansa dan ibunya pergi. Dia sangat yakin. Ahmad menarik napas sepanjang mungkin. Menahan beberapa detik sebelum membelah bibir hingga karbondioksida lolos dari celah mulutnya. Ahmad mengulang beberapa kali sebelum memutar kembali kepala hingga tatapannya lurus ke depan. Ahmad membalas tatapan tajam suami keponakannya. Untuk yang kesekian kali pria itu mendesah. Tangan kanannya bergerak masuk ke kantong kemeja seragam narapidana yang membalu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN