“Halo.” Suara bariton terdengar di telinga Kansa. “Ed, ini Kansa.” “Oh, hai Kansa. Kamu sudah sampai? Di sebelah mana? Aku sudah ada di depan.” “Ah, kamu sudah di depan? Baiklah, aku akan ke depan. Kamu memakai pakaian apa, Ed? Maaf, aku khawatir salah orang.” Ed tertawa. “Keluarlah. Aku akan mengenalimu.” “Begitu?” “Yup. Sekarang keluarlah. Seorang pria tampan nanti akan menghampirimu.” Ed tertawa mendengar Kansa terbatuk. “Maaf. Ya sudah, aku tunggu di luar.” Kansa menurunkan ponselnya. Gadis itu mengusap d*da sementara Sumi sudah mengusap punggung putrinya. “Bagaimana?” tanya Sumi setelah sang putri tak lagi terbatuk. “Kita keluar, Bu. Teman Kansa sudah menunggu di luar.” “Alhamdulillah, temanmu baik sekali. Apa dia juga yang mencarikan kita rumah kontrakan?” “Bukan, Bu. Shan

