Bab 113.-2

732 Kata

Sumi menggerakkan kepala turun naik beberapa kali. Pandangan mata wanita itu menerawang ke kejauhan. “Di sana tidak banyak hal aneh-aneh. Terutama di kampung Ibu. Yang ada sayur-sayuran dan tembakau. Ah, tapi itu dulu. Puluhan tahun yang lalu. Bisa jadi sekarang sudah berubah. Mungkin sekarang sudah maju.” “Iya, pasti sekarang sudah maju, Bu. Pembangunan di mana-mana.” “Benar. Ibu sudah terlalu lama meninggalkan desa kelahiran Ibu.” “Besok … suatu saat nanti, aku akan temani Ibu ke tempat lahir Ibu,” janji Kansa membuat sang ibu tersenyum sumringah. “Sekarang Ibu temani Kansa dulu di sini cari uang yang banyak.” Sumi terkekeh. Wanita tua itu menampar pelan lengan atas sang putri. “Jangan dipikirkan. Kalaupun kita tidak bisa kembali ke sana, Ibu tidak masalah. Yang penting kamu bisa hid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN