Bab 117.-2

700 Kata

Perempuan yang sedang menggoreskan ujung pena di atas buku agendanya itu terkejut. Refleks yang cukup bagus membuat wanita itu langsung beranjak dari tempat duduk, melepas pena kemudian berjalan terbirit ke arah pintu ruangan sang bos. Dan begitu membuka pintu, Nindi dikejutkan oleh pemandangan Sultan yang sedang membopong bosnya. “Ap-apa yang terjadi?” “Minta sopir bersiap di bawah sekarang,” ujar Sultan tanpa merasa perlu menjawab pertanyaan sekretaris kakeknya. Melihat wajah pucat kakeknya, serta keringat yang mengnubi kening serta pelipis bahkan ujung hidung kakeknya, jantung Sultan berdegup sangat kencang, Sultan berlari menuju lift sementara sekretaris Pramu Atmadja bergegas kembali ke meja kerja. Mengangkat gagang telepon dengan tangan kiri lalu tangan kanannya menekan beberapa a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN