Kansa langsung membelokkan kaki ke samping—agar segera menghilang dari pandangan orang-orang yang berada di dalam lift. Kansa berjongkok, membuat Regina kebingungan. Regina ikut berjongkok. Sementara di dalam lift—Sultan masih menatap ke arah celah pintu lift yang perlahan tertutup. Dia sempat melihat kain panjang berwarna marun. Dan aroma wangi yang sangat familiar itu masih menguasai seluruh saraf-saraf tubuhnya. Membuat tubuhnya menegang seketika. Membuat otaknya seolah berhenti bekerja. Hingga beberapa saat yang Sultan lakukan hanya diam, menatap pintu lift yang sudah tertutup. “Jadi kamu sudah menikah? Selamat kalau begitu.” “Sultan.” Suara panggilan Bryan menyadarkan Sultan dari keterpakuan. Sultan mengerjap. Memutar kepala, mendapati Bryan yang sedang menatapnya dengan kening m

