Seorang asisten rumah datang membawakan minuman dan cemilan. Meletakkan ke atas meja lalu berpamitan kembali ke dalam rumah. “Aku sudah dengar dari mama soal Kansa. Apa sekarang sudah ada perkembangan, Tante? Dimana dia sekarang?” “Tante juga tidak tahu, Nabila. Namanya juga minggat. Entah dimana perempuan miskin itu bersembunyi.” “Um … Tante.” “Ya ….” “Soal janji papa untuk mengakhiri perjanjian—” “Aku sudah bicara dengan mamamu waktu itu. Tidak perlu kalian lakukan. Toh sudah lewat waktunya, dan Sultan tidak menekan kalian. Iya, kan? Dia juga tidak mengatakan apapun pada kami. Dia itu sedang sibuk dengan urusan perusahaan. Dia pasti sudah lupa. Jadi, biarkan saja.” “Begitu?” tanya Nabila seraya menghembus napas lega. Marita tersenyum sambil menggerakkan kepala turun naik. “Tapi

