Bab 130.-2

704 Kata

‘TIIIIN! TIN! TIN!’ Ardian yang baru saja syok setengah mati hingga refleks menekan pedal rem dalam-dalam itu buru-buru menggerakkan kembali mobil yang sedang ia kemudikan. Membawa tunggangannya melaju pelan ke tepi. “Ma-maaf, Pak.” Ardian menelan saliva susah payah kala melarikan bola mata ke arah spion yang menggantung di depannya, dan melihat ekspresi wajah atasannya yang masih berpegangan erat pada handel bagian atas pintu. “Kamu sudah bosan hidup?” tanya Sultan setelah nyaris jantungan. Pria itu menatap marah asisten pribadinya. Bisa-bisanya mengerem mendadak di tengah ramainya jalanan Jakarta. Bagaimana kalau pengemudi di belakang mereka tadi tidak berhasil menghentikan kendaraan mereka, atau menghindar tepat waktu? Bisa-bisa sekarang mereka berdua sudah bersama dengan malaikat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN