Bab 35.-2

1121 Kata

Kansa beralih pada panci sop. Memasukkan daun bawang dan tomat. “Kamu itu … tanganmu lebih penting daripada tempe goreng itu.” Kansa menoleh mendengar suara yang cukup dekat. Tidak lama, Kansa mengembalikan fokus pada gorengannya. Mematikan kompor kemudian meniriskan tempe goreng. Kansa tidak merespon perkataan Sultan. Takut salah bicara. Gadis itu mengambil piring untuk memindahkan tempe goreng. “Kalau mau sarapan sebentar ya, saya mau obati tangan saya dulu.” Setelah menyelesaikan kalimat itu, Kansa berderap dengan membawa piring berisi tempe ke meja makan. Meletakkan piring tersebut, lalu berjalan lagi keluar dari ruang makan. "Berhenti bicara formal denganku," ujar Sultan dengan suara cukup keras. Sultan yang mengikuti pergerakan Kansa dengan sepasang matanya itu berdecak. Pria it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN