Bab 36.-2

799 Kata

“Sedang keluar. Main tenis.” “Dan kamu tidak diajak?" Kali ini Nabila terkekeh. Wanita itu menoleh. “Dia tidak ingin teman-temannya tahu kamu.” Wanita itu mengangkat ringan kedua bahunya. Dua kaki jenjang berbalut heels itu masih melangkah ke arah sofa besar di sisi kiri ruangan. Suara ketukan dua pasang heels itu terdengar cukup keras, memenuhi ruangan besar yang semula senyap tanpa suara, selain detak pelan jam digital yang menggantung di satu sisi dinding. “Sultan pasti malu kalau sampai teman-temannya melihat seperti apa istrinya.” Nabila menurunkan tubuh di sofa panjang, bersebelahan dengan mama Sultan. Gerakannya terlihat anggun. Lalu wanita itu menyilangkan kedua kaki. “Kenapa hanya berdiri di situ? Ambilkan kami minuman.” Marita menatap sang menantu. “Bukankah disini kamu meran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN