Bab 40.-2

842 Kata

“Lupa?” “Iya, lupa kalau kamu sedang ada acara keluarga.” Kansa berdehem. Sudah berapa banyak kebohongan yang ia lakukan akhir-akhir ini? Kansa mengernyit menatap sang teman yang justru tertawa. “Ternyata kamu masih normal juga. Bisa lupa.” Lalu Niken kembali tertawa sambil menatap mengejek temannya. Otak temannya ini terlalu encer, sampai-sampai setiap nilai tesnya hanya sempurna dan sedikit lagi sempurna. Membuatnya merasa iri. Dan ketika mendengar Kansa melupakan sesuatu yang terasa mustahil karena dia baru memberitahu temannya itu kemarin, Niken justru senang. Lupa itu manusiawi. Dan sekarang Kansa terbukti masih manusia normal. “Malah tertawa.” “Terntu saja aku harus tertawa. Ternyata aku berteman dengan manusia normal.” Kansa refleks mendelik, membuat sang teman justru tertawa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN