Bab 43.-2

816 Kata

**** Kansa mendesah. Sudah lama ia menunggu, tapi, pemilik rumah belum juga pulang. Apa mungkin Sultan pulang ke rumah kakeknya? Bisa jadi, batin Kansa. Pantatnya sudah panas duduk lebih dari satu jam. Kansa memperkirakan. Malam juga semakin larut. Halaman rumah tampak semakin gelap. Hanya terkena pendar cahaya lampu teras dan jalanan, serta cahaya bulan. Kansa beranjak berdiri, lalu berjalan di sekitar teras. Bolak balik sambil setiap beberapa saat sekali menoleh ke arah gerbang yang masih terbuka. Masih juga belum terlihat. Lama-lama Kansa menyerah juga. Apa yang akan ia lakukan? Ah, pintu belakang. Tadi pagi ia membuka pintu belakang. Siapa tahu Sultan lupa menguncinya sebelum pergi. Kansa berjalan meninggalkan teras sambil memeluk tubuhnya sendiri. Udara malam ini terasa lebih din

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN