“Nyonya, maaf … apa boleh saya pakai pakaian saya tadi saja? Yang ini kesempitan.” Kansa berdiri di luar pintu kamar Rianti yang terbuka. Di dalam kamar besar itu, sang nyonya sedang dirias oleh seorang MUA terkenal. Rianti menggulir bola mata ke dalam cermin besar di depannya hingga menemukan sang mantan anak angkat. Beberapa saat wanita itu memperhatikan penampilan Kansa dari pantulan cermin. “Cantik, kok, Kansa. Tinggal make up saja.” Bukan. Tentu saja bukan Ranti yang memuji keelokan tubuh Kansa. MUA itu adalah langganan keluarga Yahya. Dia juga yang merias Nabila di hari yang seharusnya menjadi hari pernikahan sang model. Dia tahu kejadian itu, namun tentu saja berpura-pura tidak tahu. Semua yang saat itu datang, diminta untuk menyembunyikan kejadian tersebut sampai waktu yang be

