Bab 49.-2

807 Kata

Jantung Kansa berdebar. Benarkah Nabila dan Sultan sudah berbaikan? Seiring langkah kaki yang semakin mendekat, Kansa merasakan degup jantungnya semakin cepat dan keras. Gadis itu mengatur tarikan dan hembusan napas, berusaha untuk menekan gejolak emosi yang mulai menggeliat. Itu bukan urusannya. Jika memang mereka berbaikan, bukankah itu bagus? Dia bisa lepas dari pria yang menyembunyikan monster di dalam dirinya itu. “Wah, jadi itu adik angkatmu?” “Iya. Namanya Kansa.” “Oh … sepertinya masih muda.” “Masih kuliah.” “Dia sedang mengerjakan skripsi. Sebentar lagi lulus.” Sultan yang dari awal datang tidak bicara satu patah kata pun, akhirnya bersuara. Membuat beberapa orang di sekitarnya menoleh ke arahnya. “Ma, pa,” panggil Nabila mengalihkan kembali fokus mata dari orang-orang di s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN