Bab 52.-2

798 Kata

“Jangan mendekat!” “Mau apa kamu kalau aku mendekat, hah? Seperti kamu punya senjata api saja.” Kansa kembali menarik langkah menjauh begitu pria itu berjalan mendekat. Rontaan jantungnya semakin menggila. Tubuh gadis itu sudah basah oleh keringat dingin. Bola mata Kansa bergerak ketika pria itu melempar sabuk kulitnya. Perlahan Kansa menggeser kakinya. Berniat untuk mengambil benda yang terbuat dari kulit itu dan menggunakannya untuk melindungi diri. “Wah, apa kita akan terus bermain petak umpet seperti ini?” Pria itu memutar kepala—memperhatikan benda yang menggantung di salah satu dinding kamar hotel. “Sebentar lagi orang itu pasti akan menghubungiku. Menanyakan seperti apa rasanya menikmati tubuh anak pembantu.” “Aku sudah tidak sabar. Sebaiknya kita percepat saja. Terserah kamu. M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN