Bab 58.-2

1112 Kata

Kansa menahan susah payah air mata yang dengan cepat terproduksi hingga pandangannya mulai kabur. “Bicara apa kamu! Ngelantur! Apa buktinya kalau kami yang melakukannya? Kamu saja yang tidak tahu seperti apa ibumu. Dia yang memasukkan laki-laki itu ke dalam rumahnya. Pakdemu cemburu, makanya dia ingin membunuh laki-laki itu.” Ranti berdecak. Kansa menekan keras katupan rahangnya. Dadanya terasa mau meledak mendengar penghinaan wanita yang pernah ia sayang, seperti ia menyayangi ibunya sendiri. Tidak pernah ia berkata tidak pada wanita di depannya ini, karena ia sangat menghargainya. “Tidak anak, tidak ibu sama saja. Sama-sama pelacur.” Kepalan tangan Kansa menguat. Kulit wajah gadis berhijab itu merah padam. Kansa tidak bisa lagi mengendalikan amarahnya. “Kalian lupa berkaca. Bukan aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN