Bab 60.-2

1144 Kata

Sementara Adam menatap sang teman lebih lekat. Kansa kembali berdiri. Membuat Adam akhirnya memakai kembali sepatunya. “Nih, lihat … telapak kakiku mungkin sudah kapalan. Jadi tidak ada sakit-sakitnya.” Kansa menekan-nekan kaki ke lantai. Kansa tersenyum saat bola mata Adam bergerak hingga tatapan mereka bertemu. “Dam, sebaiknya kamu antar Kansa pulang. Kamu juga Niken. Kalian pulang saja.” Suara sang pengacara terdengar. “Saya—” “Percaya sama saya, Kansa. Saya akan usahakan sebaik mungkin. Benar kata pak Sultan tadi. Ibumu hanya akan khawatir kalau tahu kamu masih di sini.” Pria itu berusaha meyakinkan Kansa. “Untuk sementara kamu tinggal di rumahku dulu saja, Kansa. Takutnya nanti orang jahat itu cari kamu lagi.” Kali ini Niken yang bersuara. Mengalihkan perhatian yang lain. "Bagaim

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN