Bab 66.-2

683 Kata

“Mereka bukan pembantuku. Mereka … keluargaku.” Lalu ayunan kaki pria itu berlanjut. Meninggalkan tanya di dalam kepala pemilik butik. Pemilik butik menatap kepergian Sultan dengan bahu terjatuh. Tidak menyangka jika pria kaya dari keluarga pengusaha Atmadja itu memiliki keluarga orang miskin. Dan sekarang dia kehilangan salah satu customer potensial yang sering mengisi pundi-pundi keuangannya. Wanita itu mendesah. **** “Kamu harus melakukannya sekarang, Darius. Orang itu harus mati. Jangan sampai orang itu bangun.” Nabila menarik pelan namun panjang napasnya. Wanita itu menjatuhkan p*ntat ke atas sofa. Setelah beberapa kali menghubungi, akhirnya ia bisa tersambung dengan Darius. “Diam, Nabila. Kamu pikir gampang masuk ke dalam sana? Polisi menjaga ruangan itu, Sialan.” Darius kesal se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN