Setiap hari gadis itu masih memasak, sekalipun Sultan sudah mempekerjakan dua asisten rumah. Ketika Sultan meminta Kansa untuk tidak usah memasak, gadis itu dengan patuh berhenti memasak. Akan tetapi Sultan malah merindukan masakan gadis itu. Akhirnya Sultan kembali meminta Kansa memasak untuknya. Hanya untuknya saja. Kansa sendiri tetap beraktivitas seperti biasa. Setiap hari berangkat ke kampus dengan menggunakan motor bututnya. Sibuk dengan penyelesaian skripsi dan juga pekerjaannya. Sebisa mungkin Kansa tidak bicara dengan Sultan sekalipun mereka tidur di ranjang yang sama. Begitu naik ke atas ranjang, Kansa akan langsung menutup mata--menutup celah terjadinya komunikasi dengan Sultan. Marah? Ya ... Kansa sangat marah. Pada Sultan dan keluarganya. Besok adalah sidang terakhir dengan

