Sumi memperhatikan penampilan sang menantu dari atas hingga bawah. Wanita tua itu berdehem. “Nak Sultan pasti lelah. Mandi, biar Ibu siapkan makanan.” “Kansa di mana?” tanya Sultan seraya memutar kepala—memperhatikan ke arah dalam rumah. “Sudah berangkat pagi tadi.” Sumi menjawab. Wanita itu menarik pelan napasnya. Anak menantunya baru saja minum alkohol. Wanita itu hanya membatin. Tidak merasa berhak bertanya, apalagi memarahi. Ia khawatir akan membuat hubungan Kansa dan Sultan memburuk. Bukan Sumi tidak tahu ada yang tidak beres dengan hubungan mereka berdua. Mereka tinggal di bawah atap yang sama, Sumi bisa merasakannya. Akan tetapi, Kansa selalu mengatakan mereka baik-baik saja. Terkadang Sumi ingin memaksa putrinya bercerita, namun lagi-lagi ia mengingat bahwa ia bisa menjadi oran

