“Aku tidak suka mendengarmu merendahkan dirimu sendiri di depan orang lain. Jangan pernah lakukan itu lagi,” tambah Sultan mengutarakan isi hatinya. Kansa sudah tidak fokus mendengar kalimat-kalimat yang Sultan sampaikan. Ia semakin sibuk berusaha menahan isi dalam perut yang terasa seperti akan meledak. “Kamu mengerti, kan? Jangan melakukannya lagi.” “Kansa,” panggil Sultan lantaran Kansa tidak menjawab. Pria itu menelengkan kepala ke kanan agar bisa memperhatikan wajah Kansa yang tidak menoleh ke arahnya. “Kamu kenapa?” tanya pria itu melihat ekspresi tak biasa Kansa. Kansa merapatkan sepasang bibirnya. Kembali menahan napas berharap rasa mualnya bisa berkurang. Akan tetapi, sepertinya calon anaknya tidak mau bekerja sama dengannya. Kansa tidak tahan lagi. Gadis itu mencabut ujung

