Bab 86.-2

1194 Kata

Mendengar kalimat terakhir Kansa, rasa kecewa Sultan sedikit terobati. “Baiklah kalau begitu. Aku akan ada acara lain di Jenewa. Nanti kamu ikut.” “Hmmm ….” Kansa menggumam. “Sudah dulu, ya. Aku mau lanjut kerja. Assalamu’alaikum.” “Wa’alaikum salam.” Sultan geleng kepala. Buru-buru sekali, batin Sultan yang sebenarnya masih ingin berbincang dengan sang lawan bicara. Kepala pria itu bergerak ketika terdengar suara ketukan pada daun pintu. Tak berapa lama, daun pintu terkuak. Kepala sang sekretaris menyembul ke dalam ruangan. “Maaf, Pak. Seat untuk penerbangan yang sama dengan Bapak sudah penuh.” “Ya sudah, tidak apa-apa. Saya akan berangkat sendiri. Oh iya Indah.” Indah yang sudah hendak menarik kepalanya itu akhirnya urung bergerak. “Ya, Pak?” “Hari ini sudah tidak ada janji temu la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN