"Mas, ini ...." Zivaa mengerjap dan sebutir air mata lolos dari kelopak matanya, dia tertawa dan segera menghapusnya. "Kenapa aku menangis!" dengusnya sambil menarik napas dalam-dalam. Shaka tertawa kecil, dia menarik Zivaa untuk berdiri dan melingkarkan tangannya di pinggang rampingnya. Zivaa pun meletakkan tangannya di d**a Shaka, spontan langkah mereka bergerak lembut seolah berdansa meski tanpa musik. "Kita butuh musik!" celetuk Shaka, dia meraih remot kecil dari atas meja kecil dan menekannya. Sebuah musik instrumen piano yang romantis pun mengalun dengan lembut entah dari mana. Zivaa tertawa. "Oke, ini manis sekali!" katanya sambil mengulas senyum. Shaka memandang istrinya itu sambil terus melangkah mengikuti alunan musik, sesekali Zivaa memutar tubuhnya dengan indah sambil den

