58 • Seseorang Ditengah Hujan

1989 Kata

Hening terjadi di antara mereka. Sesuatu yang sangat Arcelia benci—setidaknya di situasi saat ini. Dante ikut bangkit, menatap Arcelia yang berada di sebrangnya. “Kita bicara, okay?” Kakinya hendak melangkah namun suara Arcelia menahannya. “Jangan mendekat! Tetap di sana, Dante! Cukup jawab saja pertanyaanku tadi.” “Arcelia, sayang—” “Tidak bisa menjawabnya, bukan?” Mata Arcelia mulai kembali berkaca-kaca, tapi sorotnya kini lebih dingin. “Jadi benar…,” suaranya hampir berbisik, nyaris tak terdengar, “kau melihat aku hanya sebagai bayangan dia.” “Arcelia, jangan berspekulasi—” Dante tidak melanjutkan kalimatnya, suara beratnya terdengar putus asa. “Apa? Bahwa spekulasiku salah? Dante ... selama ini… aku selalu percaya jika aku berarti bagimu. Percaya jika cintamu itu… benar-bena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN