Malam pertama di rumah terasa berbeda. Sunyi yang biasanya menenangkan kini dipenuhi suara tangisan dua bayi mungil yang baru saja dibawa pulang. Arcelia, masih sedikit lelah setelah persalinan, bangkit dari ranjang sambil mengusap mata. Dante sudah lebih dulu terjaga, wajahnya tegang seakan sedang menghadapi rapat penting di kantor. “Celia… mereka menangis lagi,” ujarnya panik, menggendong salah satu bayi dengan gerakan kaku. Arcelia menoleh, menahan tawa kecil melihat suaminya yang biasanya tenang kini tampak kikuk. “Itu karena kamu goyangnya terlalu cepat. Pelan, Dante. Bayi bukan presentasi yang harus diburu-buru.” Dante mengerjap, lalu berusaha memperbaiki gerakan. Tangannya besar, tapi terlihat sangat hati-hati, seolah takut menyakiti buah hatinya sendiri. “Seperti ini?” tanyanya

