Langit siang itu cerah, dan sinar matahari menyusup melalui jendela besar kantor pusat Danadyaksa Corp. Arcelia berdiri di lobi utama dengan paper bag berwarna coklat berisi dua kotak makan siang yang ia siapkan sendiri. Dengan rambut yang dikuncir rendah dan blouse biru pucat yang membuat kulitnya tampak bersinar, ia tampak lebih seperti CEO muda daripada istri seorang CEO. Receptionist mengenalinya dan langsung berdiri. “Selamat siang, Bu Arcelia.” Arcelia tersenyum. “Siang. Apa suamiku ada?” “Ada, bu. Pak Dante ada di ruangannya.” “Baiklah. Terima kasih.” Setelahnya, Arcelia langsung berjalan menyusuri lorong menuju lift yang akan membawanya pada lantai paling atas di mana ruangan Dante berada. Beberapa staf yang mengenalnya hanya bisa tersenyum diam-diam melihat wanita yang du

