12 • Honeymoon in Bali

1747 Kata

Udara Bali malam itu hangat, tapi tidak cukup untuk mencairkan kekakuan di antara dua insan yang terjebak dalam sebuah pernikahan yang tak mereka pilih. Arcelia berdiri di tepi balkon, menatap laut yang hanya tampak siluet di bawah bulan setengah. Gaun tidurnya—satin ivory—berkilau samar diterpa lampu dinding vila. Bahunya terbuka. Anginnya lembut. Tapi pikirannya... tidak. Dari dalam kamar, langkah kaki berat terdengar. Dante keluar dengan kemeja linen putih longgar dan celana tidur warna abu. Kancing atasnya terbuka, memperlihatkan leher jenjang dan d**a yang tak bisa dihindari pandangan. “Sudah malam. Kenapa belum tidur?” tanyanya datar. “Menikmati ketenangan malam,” jawab Arcelia tanpa menoleh. Dante tidak menanggapi. Ia hanya berjalan lebih dekat, lalu berdiri tepat di belakang Ar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN