Greisy tersenyum pada Rama yang muncul di layar ponselnya sejak tadi, sedang bersama Lucky. “Bye, Ram...” “Bilang Mama, kerjanya yang semangat!” ujar Lucky pada Rama. Rama hanya tertawa. “Ayo, Rama... Bilang saja, we love you, Mama...” ujarnya sebelum menyudahi panggilan telepon mereka. “Ndaaaak, ayo nanaaah!” Rama malah menolak, meminta Lucky untuk pergi ke mana tempat yang ditunjuknya. “Lucky, berenangnya jangan lama-lama ya.” “Iya, tenang saja. Perutnya sudah terisi, makan nasi goreng tadi. Berdua sama gue.” “Pedas?” “Enggak,” setiap kali sedang sama Rama, Lucky memang tidak akan memesan makanan yang pedas. Agar bisa memberikan saat Rama terlihat ingin mencicip. Bahkan, Greisy tidak seperti itu. “Makasih ya,” “Rama akan jadi anak gue juga, enggak ada ya... masih gak

