Story Greisy 24--Berdamai

1725 Kata

Greisy menarik napas dalam-dalam, kembali ke rumahnya setelah lama pergi menimbulkan pemandangan yang asing hingga menyusup ke dalam hati. Lucky tidak pernah beranjak dari sisinya, membiarkan Greisy memeluk Rama erat. Begitu turun dari mobilnya, mata Greisy menuju pada seseorang pria yang duduk di kursi roda. Tampak tengah menghangatkan tubuhnya disiang ini. “Papa?” lirihnya. Terheran dapati pemandangan di depannya. Pria itu tidak menoleh, kaki Greisy lemas seketika. Ia menoleh pada Lucky, “Papa kenapa?” dalam ingatannya, pria itu sangat bugar meski Papa memang memiliki penyakit hipertensi. Bahkan, satu tamparan kuat dilayangkan ke pipinya pernah Greisy dapatkan sebelum diusir dari rumah. “Aku juga enggak tahu mengenai ini,” jujur Lucky juga terkejut. Greisy segera mengeratkan ge

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN