97. Cemburu Dan Iri

1776 Kata

"Silahkan masuk. Aku panggil Kaisar dulu." Alea membiarkan tamunya masuk ke dalam rumah dengan sedikit kesusahan karena Dias berjalan masih harus menggunakan bantuan tongkat. Alea meninggalkan Dias begitu saja menuju kamarnya berada. Sebenarnya ada rasa kesal melihat pacar suaminya pagi-pagi sudah bertamu seperti ini. Tidak sopan. Andai dia jahat, mungkin Alea akan mengusir Dias. Tapi Alea tidak mau ribut dengan Kaisar di hari yang masih pagi. Hanya akan merusak moodnya saja seharian nanti. Alea membuka pintu kamar perlahan. Suara lirih gesekan kancing baju terdengar lebih dulu sebelum pandangannya jatuh pada sosok Kaisar yang berdiri di depan cermin. Pria itu baru saja mengenakan kemeja biru muda, lengannya masih tergulung separuh. Tatapan Alea sayu, malas. Ada jeda beberapa detik seb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN